Berlawanan

5:31 AM

Ketika sudah saatnya berkelana 
Mencari kesibukan masing-masing
Berbagi pun tak akan sempat
Hingga bertemu pun terasa sulit
Mengapa langkah yang dibelakang sangat dirindukan
Padahal dulu sangat ingin berlari menghalau angin 
Apakah harapan sudah tak sejalan..

Genggaman tanganku mulai renggang
Langkah kaki mulai berlawanan
Padahal mata masih menuju satu titik yang sama
Mungkin sudah saatnya berlawanan
Meraba jalan yang berbeda
Bukan untuk saling bersaing
Namun agar saling bertukar cerita
Berbagi pengalaman dan merindu 

Singa?

5:35 AM

Terlihat layaknya singa
Tersorot sinar yang terlalu redup
Matanya bersinar sangat tajam
Membuat prasangka terlalu jauh
Sepertinya ia mengeluh
Namun terasa angkuh dan sombong
Membuat keingin tahuan sirna
Jangan enggan untuk semakin mendekat
Berikan cahaya agar terlihat jelas
Karena tenyata..
Hanyalah seekor kucing
Yang sedang memberanikan diri
Dalam kegelapan

jalani

6:08 PM

menunggu hal yang tak pasti
bagaikan terdiam dalam kesia-siaan
seakan usaha tak berbuah
ketika kesempatan datang
dengan mudah kau melangkah terlalu jauh
meninggalkannya dibelakang
kini kau harus kembali menunggu
sesuatu yang bisa saja tak akan datang lagi
memang batu loncatan terkadang membuat lupa
akan perjalanan yang seharusnya dinikmati
berjalan perlahan tanpa harus terburu-buru
namun, bisa saja batu itu menjadi penolong
karena hidup sungguh mencengangkan..

Genggaman

5:04 PM

Sejauh apa kau mencoba
Berlari menghalau segalanya
Kau akan kembali ke garis awal
Sekeras apa kau tegar
Berdiri diatas derita
Kau akan kembali terjatuh
Sebesar apa kau berlapang
Menahan segala keinginan
Kau akan kembali terlupa
Setinggi apa kau mendaki
Mencapai segala kesuksesan
Kau akan kembali terpuruk
Tak perlu bersedih
Ketika semesta tak sejalan
Bukan untuk semakin menjauh
Teruslah mendekat
Karena hidupmu
Telah Ia dekap dalam genggaman

Ketuk pintu

8:07 PM

Ketika pintu terketuk pertama kali
Ia terhentak dan hanya melihat dari lubang pintu, siapa gerangan yang berdiri disana

Ketika pintu terketuk kedua kalinya
Ia takut dan menyikap tirai sekilas terlihat orang yang sama masih berdiri

Ketika pintu terketuk ketiga kalinya
Ia masih berada dibalik tirai, melihat keluar memastikan orang yang sama dan tanpa disadari ia menatap terlalu lama dari celah celah jendela

Ketika pintu terketuk keempat kalinya
Ia ragu, akan memperbolehkannya duduk didalam atau hanya memintanya menunggu duduk diluar

Ketika pintu terketuk kelima kali
Ia memastikan diri untuk berani
Membuka pintu dan mempersilahkannya masuk

Namun saat pintu telah terbuka
Bayang bayang itu menghilang, apakah akan kembali esok hari ataukah pintu lain telah terbuka lebih awal

Memang kadang hidup tak perlu banyak berpikir dan menimbang namun lakukanlah sambil berpikir..
Semua akan baik baik saja

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said