Waktu

12:11 AM

Waktu yang ingin terulang
Waktu yang ingin terhentikan
Mana yang kau inginkan?

Berhentilah..
Keduanya adalah pilihan
Bagi orang yang tak bersyukur
Berhentilah untuk menyesali
Karena itu tak pernah usai
Berhentilah untuk merenung
Karena waktu..
Tak akan pernah terulang

Esok

8:27 PM

Deru derap langkah kaki
Tak sedikit pun memecah lamunan
Duduk diam tak bertepi
Memandang jauh bayang bayang
Debu debu perlahan berterbangan
Menyapa melewati pipi
Tangan mulai mengayun
Membelai mata yang berlinang
Daun daun jatuh perlahan
Seakan ikut bermuram durja 
Awan kelabu berjalan perlahan
Namun mentari tetap meninggi
Entah apa yang dipikirkan
Mengapa ia berwajah masam
Memang hidup penuh rintangan
Namun esok telah menunggu
Berdiri dan lihatlah
Dapatkah kau menjadi mentari
Bersinar terik dalam kelabu
Atau kau ingin menjadi kelabu
Menutupi sinarmu yang akan mengguncang dunia
Pilihlah..
memang hidup penuh dengan pilihan
Jangan kau sesali
Teruslah melangkah
Menerjang bayang bayang kegagalan

5:31 AM

Biarkan saja embun berdiam
Diatas dedauan menunggu mentari
Biarkan saja burung bertebaran
Dilangit kelabu menunggu hujan
Biarkan saja daun berjatuhan
Diterpa angin meninggalkan ranting
Biarkan saja debur ombak menerpa
Diujung tebing mengikis karang
Biarkan saja hidup berjalan
Diatas langkah yang telah tertulis
Untuk apa terus mengadu 
Bertanya dan mengeluh
Menunggu dengan kegetiran
Membuat hidup penuh gelisah
Usaha tak akan berkhianat
Takdir yang telah tertulis
Hanya perlu berserah diri 
Melepas kegelisahan

Tak pasti

9:45 AM

Ketika mendung menyapa
Suhu merendah
Udara dingin merasuk
Menembus denyut nadi
Yang bedegup tak menentu
Seperti sedang menahan rindu
Akan pencapaian yang belum tercapai
Menahan rindu akan mimpi
yang belum tergapai
Tentang keraguan dan kegelisahan
Yang silih berganti
Menyesakkan dada
Atas sesuatu yang tak pasti
Atas sesuatu yang tak tahu kapan
Akan terjawab

Putri Raja

5:40 PM

Tau kah kau impian seorang gadis kecil?
Tentu saja menjadi putri raja
Bergaun indah terurai menyapu lantai
Mekar mengembang seperti bunga
Duduk diatas singgasana
Menunjuk apa yang diinginkan
Merengek jika tidak dibelikan
Dunia seakan berada dalam genggamannya
Terlihat selalu bahagia
Dengan senyum yang menyapa disudut bibir
Tak boleh ada yang membantah
Cukup didengarkan jika dia merajuk
Mengeluh tentang dunia yang tak adil
Ya begitulah impian gadis kecil
Yang belum mengenal dunia

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said