Kau tahu

7:29 PM

Kau tahu, aku hanyalah penikmat seduhan teh yang dibuat ibuku setiap pagi menelan setengguk kenikmatan yang tak ada tandingannya dikala mata ini baru terbuka menantang mentari

Kau tahu, aku hanyalah penikmat keramaian siang hari yang takut beranjak dalam sepi namun menyukai kesunyian dalam tulisan

Kau tahu, aku hanyalah penikmat petikan gitar yang kau petikan di senja hari menikmati setiap jari yang berjentikan mengalahkan gundah yang merasuki raga

Kau tahu, aku hanyalah penikmat angin yang berhempus menghempaskan wajah meruntuhkan segala kebimbangan hingga rasanya ingin terbawa olehnya

Tapi aku tahu, aku hanyalah penikmat yang terlalu takut untuk dapat beranjak meninggalkan segala kenikmatan yang ada untuk menantang ketakutan yang ada, dalam diam yang tak berkesudahan menunggu tapi tak menanti

Terulang

6:39 AM

Bisakah langkah ini terulang
Kembali ke belakang
Menapaki yang telah hilang
Yang hanya menyisakan kerinduan
Yang terpendam

Inginkah kau mengulang
Menapaki yang terbuang
Sedikit terulang
Mengingat yang tlah hilang
Akan kah menyakitkan?

Tapi mengapa
langkah itu mulai gontai
Siapkah aku mengulang
Kenangan yang akan menghilang

Atau harus aku tenggelam
Dalam kelam malam
Yang tak pernah
Menyisakan kerinduan

Sudahlah,
Langkah kaki
Tak akan pernah mengulang
Berbalik kebelakang
Menapaki langkah
Yang akan menghilang

Tak ingatkah
Jalan panjang masih terbentang
Untuk apa mengulang
Jika kita bisa memulai
Hal baru yang lebih bermakna
Bukankah begitu?

Entahlah

7:01 AM

Biarkan berjarak sejauh
mata tak dapat melihat
Telinga tak dapat mendengar
Kepala tak dapat berpikir

Tetaplah berjarak sejauh
Mulut tak dapat berbicara
Tangan tak dapat menggenggam
Kaki tak dapat melangkah

Tetaplah terdiam
Agar tak ada penyesalan
Bahkan kebimbangan
Atau pun keresahan
Yang mengganggu keraguan
Bebaslah memilih

Biarkan kerinduan
Menjerat dan Menerkam
Hingga jantung berdebar
Ketika pertemuan mempersatukan
Yang tak sengaja dipertemukan
Entah kapan

Waktu Tahu

4:32 PM

Semua kembali seperti semula
Berawal dari sebuah tanda tanya
Dan berakhir dengan titik
Meski hanya penafsiran
Namun sepertinya
Itu jawaban yang benar

Memang mudah untuk menyangka
Namun sulit untuk menebak
Kebenaran akan sebuah pertanyaan
Yang tak ingin dijawab dengan kata kata
Yang tak ingin didengar dengan bisikan
Namun ingin dirasakan
Hingga waktu yang berkata

Memang waktu tak dapat berkata
Tapi ia tak pernah berbohong
Bahwa waktu selalu memiliki
Jawaban atas pertanyaan
Yang tak dapat diungkapkan
Hingga waktu yang tepat
Datang menjawab

Tak Ada Yang Sama

1:39 AM

Benar benar tamparan kehidupan
Bagaimana bisa kau beranggapan
Bahwa kita semua sama
Berada dalam posisi yang sama
Bermimpi menggapai bersama

Memang ternyata Tuhan adil
Memberikan hambanya porsi
Yang sesuai kemampuan
Entah bagaimana rasanya
Sepertinya aku tak sekuat mereka

Memang hidup telah diatur
Tak bisa kita memilih
Siapa orang tua yang melahirkan
Bagaimana rupa orang tua
Keluarga seperti apakah kita
Hanya Tuhan yang tahu

Tapi bagaimana pun
Hidup tetaplah berjalan
Kau akan dapat memilih
Bagaimana jalan hidupmu
Mau kau apakan hidupmu
Apa yang akan kau lakukan
Karena Tuhan maha adil

Ada sesuatu yang dapat
Kau pilih dan ada sesuatu
Yang harus kau relakan
Terima ketentuanya dengan
Berlapang dada
Mana tau itu lah jalan hidup mu
Yang terbaik
Karena Tuhan tau kemampuanmu
Berbanggalah Dia menyayangimu

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said