Puzzle

8:26 PM

Sungguh puzzle itu membingungkan
Membuat semua bertanya - tanya
Hanya aku diam tak mengerti
Awalnya biasa saja
Tak mengerti dan tak menanggapi
Semuanya samar

Tapi mengapa semua orang bertanya
Bertanya akan hal yang sama ketika cerita itu didengar
Kini ku mulai bertanya - tanya
Mulai menduga - duga
Akan menjadi apa potongan puzzle ini
Benarkah dugaan mereka
Atau hanya sebuah pengandaian
Susunan puzzle itu
Menarik benang merah yang tak terlihat
Dugaan dan pengandaian yang tak terlepas

Susun trus hingga jemu menghampiri
Susun trus hingga pertanyaan semakin memusingkan
Apa yang akan dibentuk
Puzzle ini semakin kacau
Puzzle itu kini semakin berantakan
Langkah ku salah, maaf
Sungguh tak dapat membaca
Petunjuk - petunjuk yang tak jelas itu
Apa lebih baik berdiam
Biarkan puzzle itu tersusun dengan sendirinya
Hingga waktu yang menjelaskannya
Atau biarkan waktu berlalu
Hingga terlupa sebelum terkenang

Bosan

7:08 AM

Bosan, ingin rasanya terbang
Menuju angkasa tak terbatas
Dapatkah aku menggapai bintang
Yang bersinar sangat terang
Cukup satu bintang
Untuk menemaniku dalam gelap

Bosan, ingin rasanya pergi
Menuju tempat tersembunyi
Dapatkah aku menemukannya
Mencari dalam balik rerumputan
Bersama orang terkasih
Untuk menemaniku dalam sunyi

Bosan, bawa aku menghilang
Menuju ruang dalam hati
Dapatkah aku berada disana
Menjadi satu satunya orang terkasih
Bersamamu dalam doa
Untuk menemani hidupku

senja sirna

8:15 AM

mengapa aku berada disini
pantai ini sungguh membuatku terdiam
sinar mentari itu
hembusan angin itu
suara gesekan daun yang diterpa angin
memang tentram
tenang aku dibuatnya

tapi kala senja datang
keheningan disambut dengan kicauan burung
yang terbang kembali menuju peristirahatan
kegelapan akan segera menyapa
aku benci

senja mengapa ia pergi perlahan
melenyapkan sinar secara perlahan
tak bisakah bertahan untuk sejenak lebih lama
menyapa dalam warna yang merindukan

bangunkan aku dari senja yang akan tenggelam
agar aku dapat menyapanya
menyapa senja walau hanya sebentar
akan kah senja yang sama akan kembali menyapa
akan kah  senja yang sama akan dirindukan

senja sirna bersama mentari
memberi warna yang selalu dirindu
hilang dalam kegelapan
aku benci

Hilang

5:58 AM

Bayang-bayang itu kini hadir
Mengumpat pun tak mungkin
Semua gerak-gerik
Pembicaraan mereka
Mengapa harus terjadi
Mengapa harus bertanya
Bukankah itu hal yang biasa
Wajar jika manusia
Datang-kembali, Pergi-menghilang

Apa yang perlu di khawatirkan?
Tak ada yang abadi di dunia ini
Biarkan takdir yang mengatur
Segala kegundahan dihati
Biarkan tuhan yang tahu

Bayangan itu kini akan hilang
Entah apa yang dirasa
Haruskah bersedih?
Namun apa yang membuatmu bersedih?
Entahlah karena aku pun tak mengerti

Bukan kah hal yang sama
tak akan terulang kembali
Mengapa harus menyia - nyiakan waktu
Semakin lama semakin berlalu

Diam semakin takut kehilangan
Mengapa mulut ini terlalu kelut
Sungkan berkata dalam diam
Angin bawa terbang segala keheningan
Yang menghampiri dalam diam

Diam

10:19 PM

Rindu ini bagaikan air, mengalir begitu saja. Benar - benar tak terasa. Sesak dada ini mengingatnya. Rasanya ingin bertemu untuk melepas kerinduan, tapi apa daya diri ini sungguh malu, sungkan untuk mengatakan 'aku rindu' hanya doa yang dapat ku panjatkan. Diam dalam sunyi, diam dalam hati, tutup mulutmu agar rasa ini hanya kau yang miliki.

Memangnya siapa dia? Hingga benar - benar merindukannya. Jarak kau sungguh jauh untuk mengatakan kau rindu, bersama saja sungguh sungkan. Kau benar - benar tak terlihat diantara jutaan manusia itu. Terlalu banyak ketidak mungkinan yang terjadi, apa kau yakin?

Entah lah tak mengerti, apa aku telah jatuh? Jatuh kedalam hatinya? Hingga aku merindukannya. Aku benar - benar tak ingin semua terjadi, aku mengerti dia bukanlah untuk ku. Bawa aku pergi jauh meninggalkan rasa ini, rasa yang tak aku mengerti.

Apa yang ingin kau tinggalkan? Dia tidak tahu bahwa kau rindu dan dia pun tak tahu bahwa kau telah jatuh hati. Apa yang harus kau khawatirkan? Tenang lah tak seorang pun tau, lebih baik kau diam atur detak jantungmu yang tidak beraturan itu.

Harus tenang, aku harus tenang. Semua ini hanya pikiran ku bukan sebuah hal yang rumit. Tinggalkan dia, lupakan rasa itu, jangan terlalu berbesar hati jika dia tersenyum, karena itu hal yang wajar yang dia lakukan kepada setiap temannya. Lupakan setiap tingkahnya, semua hal yang dia lakukan kepada mu sama seperti apa yang dia lakukan kepada temannnya. Jika memang kita akan bersatu maka dipersatukan dalam ikatan yang suci dalam lindungan sang pencipta.

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said