Genggaman

5:04 PM

Sejauh apa kau mencoba
Berlari menghalau segalanya
Kau akan kembali ke garis awal
Sekeras apa kau tegar
Berdiri diatas derita
Kau akan kembali terjatuh
Sebesar apa kau berlapang
Menahan segala keinginan
Kau akan kembali terlupa
Setinggi apa kau mendaki
Mencapai segala kesuksesan
Kau akan kembali terpuruk
Tak perlu bersedih
Ketika semesta tak sejalan
Bukan untuk semakin menjauh
Teruslah mendekat
Karena hidupmu
Telah Ia dekap dalam genggaman

Ketuk pintu

8:07 PM

Ketika pintu terketuk pertama kali
Ia terhentak dan hanya melihat dari lubang pintu, siapa gerangan yang berdiri disana

Ketika pintu terketuk kedua kalinya
Ia takut dan menyikap tirai sekilas terlihat orang yang sama masih berdiri

Ketika pintu terketuk ketiga kalinya
Ia masih berada dibalik tirai, melihat keluar memastikan orang yang sama dan tanpa disadari ia menatap terlalu lama dari celah celah jendela

Ketika pintu terketuk keempat kalinya
Ia ragu, akan memperbolehkannya duduk didalam atau hanya memintanya menunggu duduk diluar

Ketika pintu terketuk kelima kali
Ia memastikan diri untuk berani
Membuka pintu dan mempersilahkannya masuk

Namun saat pintu telah terbuka
Bayang bayang itu menghilang, apakah akan kembali esok hari ataukah pintu lain telah terbuka lebih awal

Memang kadang hidup tak perlu banyak berpikir dan menimbang namun lakukanlah sambil berpikir..
Semua akan baik baik saja

Waktu

12:11 AM

Waktu yang ingin terulang
Waktu yang ingin terhentikan
Mana yang kau inginkan?

Berhentilah..
Keduanya adalah pilihan
Bagi orang yang tak bersyukur
Berhentilah untuk menyesali
Karena itu tak pernah usai
Berhentilah untuk merenung
Karena waktu..
Tak akan pernah terulang

Esok

8:27 PM

Deru derap langkah kaki
Tak sedikit pun memecah lamunan
Duduk diam tak bertepi
Memandang jauh bayang bayang
Debu debu perlahan berterbangan
Menyapa melewati pipi
Tangan mulai mengayun
Membelai mata yang berlinang
Daun daun jatuh perlahan
Seakan ikut bermuram durja 
Awan kelabu berjalan perlahan
Namun mentari tetap meninggi
Entah apa yang dipikirkan
Mengapa ia berwajah masam
Memang hidup penuh rintangan
Namun esok telah menunggu
Berdiri dan lihatlah
Dapatkah kau menjadi mentari
Bersinar terik dalam kelabu
Atau kau ingin menjadi kelabu
Menutupi sinarmu yang akan mengguncang dunia
Pilihlah..
memang hidup penuh dengan pilihan
Jangan kau sesali
Teruslah melangkah
Menerjang bayang bayang kegagalan

5:31 AM

Biarkan saja embun berdiam
Diatas dedauan menunggu mentari
Biarkan saja burung bertebaran
Dilangit kelabu menunggu hujan
Biarkan saja daun berjatuhan
Diterpa angin meninggalkan ranting
Biarkan saja debur ombak menerpa
Diujung tebing mengikis karang
Biarkan saja hidup berjalan
Diatas langkah yang telah tertulis
Untuk apa terus mengadu 
Bertanya dan mengeluh
Menunggu dengan kegetiran
Membuat hidup penuh gelisah
Usaha tak akan berkhianat
Takdir yang telah tertulis
Hanya perlu berserah diri 
Melepas kegelisahan

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said