Berdamai

8:20 PM

Seberapa besar penyesalan
Seberapa besar amarah
Sugguh berdamailah
Berdamai dengan dirimu
Kembalilah tunduk sujud
Kepada pemilik semesta
Tak perlu kau renungkan
Maafkan dirimu
Lupakan & berbahagialah ...

Sungguh waktu tak dapat terhenti 

Hidup

4:30 PM

Hidup, jika kau blum menangis tersedu sedan kau blum benar benar hidup

Hidup, jika kau terlalu banyak bergurau tertawa terpingkal sungguh kau hidup dalam selimut kesepian

Hidup, jika kau terlalu banyak termenung berpikir berlebihan dan terlalu takut mencoba benar kau hidup dalam kesia siaan

Hidup, Mungkin bernapas adalah nikmat hidup tapi mengapa bayi baru lahir menangis terisak apakah ia bahagia atau ia tak ingin menyelami kehidupannya

Hidup, sungguh hanya diri seorang yang tau tentang hidupnya selami setiap perkataan bahkan pikiran yang tak terjamah sungguh tak akan dimengerti

Meranggas

11:49 AM

Pohon itu meranggas
Daunnya telah berguguran
Tidak, bukan dimakan waktu
Namun memang sudah saatnya
Hilang sesaat agar dicari
Pergi menghilang agar dirindu
Meninggalkan yang tak pasti
Agar kembali dinanti

Diam

8:24 AM

Kini ku takut dengan dunia
Apa yang harus ku lakukan
Mengapa kaki ini tak melangkah
Bukankah kepala ini sudah terisi
Mengapa ragu kini datang
Entah kemana aku akan pergi
Tapi diam disini masih menemani
...

Beda

7:53 PM

Cuaca seperti ini harusnya dinikmati
Terasa sepi sunyi dan tenang
Kapan lagi matahari mengintip dari balik awan 
menyembunyikan sinarnya yang terang
Bahkan terkadang semilir angin menyapa perlahan
Kapan lagi perkotaan terasa nyaman
Seperti semua orang tersenyum dalam kemacetan
Tentram hati dibuatnya

Sungguh rasanya berbeda
Dalam pertemuan sangat singkat
Dalam waktu yang dapat terhitung
Ia kembali dengan seulas senyum kenyamanan
Dengan selalu terselip beribu pertanyaan
Namun akhirnya sugguh menenangkan
Ketika kembali melihatnya tegak berdiri 
Roman ini seketika mengerti bahwa
Sungguh bukan dia orang yang dinanti

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said