Kini ku takut dengan dunia
Apa yang harus ku lakukan
Mengapa kaki ini tak melangkah
Bukankah kepala ini sudah terisi
Mengapa ragu kini datang
Entah kemana aku akan pergi
Tapi diam disini masih menemani
...
Terasa sepi sunyi dan tenang
Kapan lagi matahari mengintip dari balik awan
Bahkan terkadang semilir angin menyapa perlahan
Kapan lagi perkotaan terasa nyaman
Seperti semua orang tersenyum dalam kemacetan
Seperti bunga
Jika kau ingin memiliki
Jangan kau petik karena
Wanginya tak kan mewangi lagi
Indahnya pun tak kan seindah dulu
Warnanya bahkan kan memudar
layu tergerus waktu
Sudah tak menarik
Waktunya untuk mati
Seperti bunga
Jika kau ingin memiliki
Rawatlah..
Beri embun pagi yang menyejukkan
Atau sirami dengan air kasih
Jangan terlalu banyak pupuk
Karena kan menyiksa
Cukup sedikit mentari
Agar sinarmu tak pudar
Tak akan layu
Butuh kesabaran dan keberanian
Tunggu hingga mekar mewangi
Sungguh kan semakin menarik
Don't pluck the flower, but treat like flowers
Sudah ku katakan
Tak suka dengan gelap
Awan kelabu kehitaman
Ditemani rinai hujan
Terlihat seakan langit malam
Sungguh gelap gulita
Tak berbulan bahkan berbintang
Hanya secercah cahaya kilat yang menemani
Bahkan cahaya lampu jalanan
Menambah kesan penuh misteri
Meski senja baru saja berlalu
Tapi malam gelap tak mengindah
Meski gelap tak disuka
Tapi malam selalu menemani
Mata yang terpejam
Tak ingin terbangun
kembali lagi dipersimpangan
jika saja aku dapat kembali
apakah kita sudah bergandeng tangan
dalam senyum yang menjuntai
terbahak mengingatnya
tak pernah aku memahami
apa yang ada dalam benaknya
segala pikiran yang tak semestinya
ahh.. sudahlah
kembali ke persimpangan
akhir yang akan berakhir
awal yang akan bermula
penyesalan telah sirna
masalah baru akan tiba
jalan mana yang akan aku lalui
pribadi baru akan datang
dewasa kini akan tergapai
meski takut tak akan sirna
tapi langkah belum berhenti
