Diam

10:19 PM

Rindu ini bagaikan air, mengalir begitu saja. Benar - benar tak terasa. Sesak dada ini mengingatnya. Rasanya ingin bertemu untuk melepas kerinduan, tapi apa daya diri ini sungguh malu, sungkan untuk mengatakan 'aku rindu' hanya doa yang dapat ku panjatkan. Diam dalam sunyi, diam dalam hati, tutup mulutmu agar rasa ini hanya kau yang miliki.

Memangnya siapa dia? Hingga benar - benar merindukannya. Jarak kau sungguh jauh untuk mengatakan kau rindu, bersama saja sungguh sungkan. Kau benar - benar tak terlihat diantara jutaan manusia itu. Terlalu banyak ketidak mungkinan yang terjadi, apa kau yakin?

Entah lah tak mengerti, apa aku telah jatuh? Jatuh kedalam hatinya? Hingga aku merindukannya. Aku benar - benar tak ingin semua terjadi, aku mengerti dia bukanlah untuk ku. Bawa aku pergi jauh meninggalkan rasa ini, rasa yang tak aku mengerti.

Apa yang ingin kau tinggalkan? Dia tidak tahu bahwa kau rindu dan dia pun tak tahu bahwa kau telah jatuh hati. Apa yang harus kau khawatirkan? Tenang lah tak seorang pun tau, lebih baik kau diam atur detak jantungmu yang tidak beraturan itu.

Harus tenang, aku harus tenang. Semua ini hanya pikiran ku bukan sebuah hal yang rumit. Tinggalkan dia, lupakan rasa itu, jangan terlalu berbesar hati jika dia tersenyum, karena itu hal yang wajar yang dia lakukan kepada setiap temannya. Lupakan setiap tingkahnya, semua hal yang dia lakukan kepada mu sama seperti apa yang dia lakukan kepada temannnya. Jika memang kita akan bersatu maka dipersatukan dalam ikatan yang suci dalam lindungan sang pencipta.

Dunia

2:49 PM

Entah sudah tahun keberapa
Rasanya selalu ingin merasakan sebuah perubahan
Entah perubahan apa yang selalu ditunggu
Hanya membayangkan kelak ingin merubah segalanya
Tidak tidak segalanya
Diri inilah yang harus dirubah
Berubah layaknya dunia

Dunia selalu berubah dari tahun ke tahun, masa ke masa, bahkan abad ke abad
Tanpa ada yang menyadari bahwa ia telah tua
Tetapi lihatlah bentuknya masih tetap sama bulat berwarna biru setia berputar mengelilingi matahari

Ya dunia, sungguh rasanya ingin berubah seperti itu
Memperbaiki diri dari hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun
Mempelajari hal baru yang tak terbayangkan
Tumbuh bersama hingga tak terasa tua telah menyapa
Tetapi lihatlah bahwa kita masih tetap satu bersama hingga akhir hayat

Memang angan sungguh tinggi
Imajinasi sungguh besar
Cita - cita pun tak dapat melampauinya
Tersenyum membayangkan saja sungguh menggelitik
Entah kapan perubahan itu akan datang
Apa harus menunggu sosok yang tepat untuk dapat melangkah bersama
Menapaki setiap sudut perubahan
Tidak. Diri inilah yang harus melakukannya seperti dunia

Pyar

11:04 PM

Kala malam mendatang
Rindu mulai menerkam
Entah apa yang ku terka benar atau tidak
Sesungguhnya tidak menjadi suatu masalah
Hanya perasaan yang selalu berharap bahwa itu benar
Namun pikiran selalu memperingatkan bahwa itu terkutuk
Tak benar dan tak akan mungki terjadi
Karena apabila benar kau akan menyakiti orang lain
Jangan terlalu berharap
Karena itu sangat jauh dari kenyataan

Terkaan dan pengandaian apakah dapat terlihat sama?
Semua samar ketika harapanmu jauh diatasnya
Harapan yang dikuatkan dengan rasa dan ditentang dengan logika
Tak mengerti bagaimana cara menunjukkannya
Memang diam seribu bahasa
Yang paling ku sukai
Meskipun menginginkannya
Aku cukup puas mengenalnya lebih dekat
Karna ku tahu kau hanya akan tinggal menjadi angan

Are you?

6:04 AM


Laksana burung yang berterbangan
Laksana bintang yang bertaburan
Bagaimana dapat engkau mengenali ku
Sungguh diri ini hanya seorang
Tak akan terlihat diantara jutaan manusia

Keringat ini sudah tak lagi membasahi tubuh
Tetapi detak jantung ini masih saja membunyikan nadi
Membuat gelisah yang berkepanjangan
Seolah masih ada harapan
Harapan untuk engkau mengenaliku

Sosoknya yang selalu dibanggakan
Terlihat sungguh mempesona
Dengan wajah yang bersinar
Apa daya diri ini sungguh malu

Mendekat saja sungguh sungkan
Melihat dari jauh sungguh sedih
Menggapainya saja tak akan mampu
Apa harus aku mendaki agar dapat terlihat
Atau aku harus terjatuh agar engkau menoleh

Kini aku hanya menanti
sebuah kebenaran tentang keajaiban
Hanya waktu yang memahami
Keajaiban tentang kesabaran
Sungguh diri ini hanya seorang
Tak akan terlihat diantara jutaan manusia

Carbon

12:03 AM

Berjalan perlahan
Menapaki satu demi satu bebatuan
Memandang indahya hamparan padang hijau
Mendengar gemercik suara air yang turun perlahan
Bukan kah membayangkannya saja sudah menyenangkan hati
Tapi fikirkanlah ini baru secuil tempat diatas bebatuan
Tidak kah kau berfikir tempat apa yg ada dibawah langit
Gila sungguh gila membayangkannya saja aku tak mampu
Kolong langit sangatlah indah
Tapi mengapa dibawah langit tempat aku menetap jauh berbeda dari khayalanku tadi
Sunggu sangat berbeda
Aku bosan dengan gedung pencakar langit
kini ia bagaikan pepohonan yang  mengeluarkan gas karbon
Panas sungguh panas kolong langit kini

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said