Tau kah kau impian seorang gadis kecil?
Tentu saja menjadi putri raja
Bergaun indah terurai menyapu lantai
Mekar mengembang seperti bunga
Duduk diatas singgasana
Menunjuk apa yang diinginkan
Merengek jika tidak dibelikan
Dunia seakan berada dalam genggamannya
Terlihat selalu bahagia
Dengan senyum yang menyapa disudut bibir
Tak boleh ada yang membantah
Cukup didengarkan jika dia merajuk
Mengeluh tentang dunia yang tak adil
Ya begitulah impian gadis kecil
Yang belum mengenal dunia
Aku benci
Bulan yang membuatku kembali rindu
Membuat lidah api terlalu kelu untuk berkata kata
Namun mengapa terlalu mudah untuk berbohong
Bodoh, aku terlalu bodoh
Mengenang bulan yang telah bersanding dengan bintang
Sungguh tak akan kembali terjadi
Aku tak akan terbawa lagi
Sinarku akan tenggelam tak bertepi
Agar bulan kembali keperaduannya
Seberapa besar penyesalan
Seberapa besar amarah
Sugguh berdamailah
Berdamai dengan dirimu
Kembalilah tunduk sujud
Kepada pemilik semesta
Tak perlu kau renungkan
Maafkan dirimu
Lupakan & berbahagialah ...
Sungguh waktu tak dapat terhenti
Hidup, jika kau blum menangis tersedu sedan kau blum benar benar hidup
Hidup, jika kau terlalu banyak bergurau tertawa terpingkal sungguh kau hidup dalam selimut kesepian
Hidup, jika kau terlalu banyak termenung berpikir berlebihan dan terlalu takut mencoba benar kau hidup dalam kesia siaan
Hidup, Mungkin bernapas adalah nikmat hidup tapi mengapa bayi baru lahir menangis terisak apakah ia bahagia atau ia tak ingin menyelami kehidupannya
Hidup, sungguh hanya diri seorang yang tau tentang hidupnya selami setiap perkataan bahkan pikiran yang tak terjamah sungguh tak akan dimengerti
Pohon itu meranggas
Daunnya telah berguguran
Tidak, bukan dimakan waktu
Namun memang sudah saatnya
Hilang sesaat agar dicari
Pergi menghilang agar dirindu
Meninggalkan yang tak pasti
Agar kembali dinanti
Kini ku takut dengan dunia
Apa yang harus ku lakukan
Mengapa kaki ini tak melangkah
Bukankah kepala ini sudah terisi
Mengapa ragu kini datang
Entah kemana aku akan pergi
Tapi diam disini masih menemani
...
Terasa sepi sunyi dan tenang
Kapan lagi matahari mengintip dari balik awan
Bahkan terkadang semilir angin menyapa perlahan
Kapan lagi perkotaan terasa nyaman
Seperti semua orang tersenyum dalam kemacetan
Seperti bunga
Jika kau ingin memiliki
Jangan kau petik karena
Wanginya tak kan mewangi lagi
Indahnya pun tak kan seindah dulu
Warnanya bahkan kan memudar
layu tergerus waktu
Sudah tak menarik
Waktunya untuk mati
Seperti bunga
Jika kau ingin memiliki
Rawatlah..
Beri embun pagi yang menyejukkan
Atau sirami dengan air kasih
Jangan terlalu banyak pupuk
Karena kan menyiksa
Cukup sedikit mentari
Agar sinarmu tak pudar
Tak akan layu
Butuh kesabaran dan keberanian
Tunggu hingga mekar mewangi
Sungguh kan semakin menarik
Don't pluck the flower, but treat like flowers
Sudah ku katakan
Tak suka dengan gelap
Awan kelabu kehitaman
Ditemani rinai hujan
Terlihat seakan langit malam
Sungguh gelap gulita
Tak berbulan bahkan berbintang
Hanya secercah cahaya kilat yang menemani
Bahkan cahaya lampu jalanan
Menambah kesan penuh misteri
Meski senja baru saja berlalu
Tapi malam gelap tak mengindah
Meski gelap tak disuka
Tapi malam selalu menemani
Mata yang terpejam
Tak ingin terbangun
