Waktu Tahu

4:32 PM

Semua kembali seperti semula
Berawal dari sebuah tanda tanya
Dan berakhir dengan titik
Meski hanya penafsiran
Namun sepertinya
Itu jawaban yang benar

Memang mudah untuk menyangka
Namun sulit untuk menebak
Kebenaran akan sebuah pertanyaan
Yang tak ingin dijawab dengan kata kata
Yang tak ingin didengar dengan bisikan
Namun ingin dirasakan
Hingga waktu yang berkata

Memang waktu tak dapat berkata
Tapi ia tak pernah berbohong
Bahwa waktu selalu memiliki
Jawaban atas pertanyaan
Yang tak dapat diungkapkan
Hingga waktu yang tepat
Datang menjawab

Tak Ada Yang Sama

1:39 AM

Benar benar tamparan kehidupan
Bagaimana bisa kau beranggapan
Bahwa kita semua sama
Berada dalam posisi yang sama
Bermimpi menggapai bersama

Memang ternyata Tuhan adil
Memberikan hambanya porsi
Yang sesuai kemampuan
Entah bagaimana rasanya
Sepertinya aku tak sekuat mereka

Memang hidup telah diatur
Tak bisa kita memilih
Siapa orang tua yang melahirkan
Bagaimana rupa orang tua
Keluarga seperti apakah kita
Hanya Tuhan yang tahu

Tapi bagaimana pun
Hidup tetaplah berjalan
Kau akan dapat memilih
Bagaimana jalan hidupmu
Mau kau apakan hidupmu
Apa yang akan kau lakukan
Karena Tuhan maha adil

Ada sesuatu yang dapat
Kau pilih dan ada sesuatu
Yang harus kau relakan
Terima ketentuanya dengan
Berlapang dada
Mana tau itu lah jalan hidup mu
Yang terbaik
Karena Tuhan tau kemampuanmu
Berbanggalah Dia menyayangimu

Kemarau

6:42 AM

Matahari terlalu terik
Kemarau terlalu panjang
Tanah itu mulai retak
Tak sanggup lagi
Menahan kerinduan
Pada air dari langit
Meski hanya setetes

Hewan hewan itu mulai keluar
Mencari cari air yang tersisa
Diujung sungai yang mulai
Mengering
Yang amat merindukan
Arus yang deras

Terlalu lama sudah mereka menunggu
Menahan rasa dahaga yang menggrogoti tubuh
Dari pada mati tercekik
Lebih baik mereka mencari
Dari pada mati menyesal
Lebih baik mereka berusaha

Langit apa kau tak melihatnya
Terlalu lama mereka sengsara
Menahan rindu pada awan kelabu
Yang meneteskan kehidupan
Tak apa jika petir mengikuti
Meski ia tak dirindukan
Pasti ia ingin menyapa
Melihat kehidupan yang menyedihkan
Cepatlah angin iringi awan kelabu
Yang amat dirindukan

Kalah-kan-lah

1:05 PM

Sungguh tak ada yang dapat
Mengalahkan angin di subuh hari
Diberikannya kesejukan
Yang tak akan kau dapat
Jika matahari telah menyapa

Sungguh tak ada yang dapat
Mengalahkan daun dipagi hari
Disembunyikannya kerinduan
Dibalik embun pagi
Hingga tak terasa
Bulan kembali bersinar

Sungguh tak ada yang dapat
Mengalahkan senja di sore hari
Dipertemukannya malam dan siang
Hingga langit biru pun berbahagia
Memberi warna yang
Amat mempesona

write what i want to wrote
feel what i want to felt
says what i want to said