Berjalan perlahan
Menapaki satu demi satu bebatuan
Memandang indahya hamparan padang hijau
Mendengar gemercik suara air yang turun perlahan
Bukan kah membayangkannya saja sudah menyenangkan hati
Tapi fikirkanlah ini baru secuil tempat diatas bebatuan
Tidak kah kau berfikir tempat apa yg ada dibawah langit
Gila sungguh gila membayangkannya saja aku tak mampu
Kolong langit sangatlah indah
Tapi mengapa dibawah langit tempat aku menetap jauh berbeda dari khayalanku tadi
Sunggu sangat berbeda
Aku bosan dengan gedung pencakar langit
kini ia bagaikan pepohonan yang mengeluarkan gas karbon
Panas sungguh panas kolong langit kini
